KKN-PMM UMS Rappang Berdayakan Poktan dan Pokdakan Desa Kulo Lewat Biokonversi dan Diversifikasi Produk Maggot BSF
Program yang dibimbing langsung oleh Muhammad Bibin, S.Pi., M.Si., Rifni Nikmat Syarifuddin, S.P., M.Si., dan Dian Nirmasari, S.E., M.M. ini mengusung konsep biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF) serta diversifikasi produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi.
Mahasiswa KKN-PMM tidak hanya mengenalkan teori budidaya maggot BSF, tetapi juga melakukan demplot (demonstrasi plot) serta pendampingan teknis. Hasilnya, anggota Poktan Sipakaenre kini mampu mengolah limbah organik rumah tangga menjadi media tumbuh maggot yang efisien. Proses biokonversi ini berhasil mengurangi sampah sekaligus menghasilkan maggot berkualitas sebagai bahan baku utama.
Sementara itu, Pokdakan Anugrah diarahkan untuk memanfaatkan maggot segar sebagai pakan ikan alternatif yang kaya protein dan ramah lingkungan. Lebih lanjut, mahasiswa juga melatih kelompok dalam diversifikasi produk, mulai dari tepung maggot kering, pelet maggot, hingga pupuk organik (kasgot). Produk turunan ini dinilai mampu membuka peluang pasar baru sekaligus menambah sumber pendapatan.
“Dulu limbah hanya jadi masalah di Desa kami, sekarang malah bisa dimanfaatkan menjadi media hidup maggot, bahkan residunya jadi pupuk organik,” ujar perwakilan Poktan Sipakaenre. Hal senada disampaikan Pokdakan Anugrah yang menilai program ini mampu menekan biaya pakan sekaligus menambah keterampilan anggota kelompok.
Dampak Ekonomi, Ekologi, dan Sosial
Program KKN-PMM ini membawa dampak multi-aspek:
-
Ekonomi: penghematan biaya operasional dan munculnya sumber pendapatan baru dari maggot segar maupun produk turunan.
-
Ekologi: berkurangnya volume sampah organik di Desa Kulo melalui biokonversi berkelanjutan.
-
Sosial: terjalinnya sinergi kuat antara Poktan dan Pokdakan serta peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam mengelola usaha berbasis bioteknologi sederhana.
Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra juga memberikan apresiasi. “Program ini selaras dengan visi Sidrap dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi desa. Kami melihat potensi besar untuk direplikasi di desa lain sebagai model pemberdayaan yang holistik,” tegasnya.
Kegiatan KKN-PMM ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Mahasiswa juga telah menyusun rencana keberlanjutan berupa tata kelola kelompok, strategi pemasaran, hingga kerja sama dengan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan setempat.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi sirkular berbasis potensi lokal. Melalui biokonversi dan diversifikasi maggot BSF, Desa Kulo kini semakin siap menuju desa mandiri, berdaya saing, dan ramah lingkungan.
Penulis: Reza, Rian, Muh. Faiz, Zulfahmi, Nurhaliza, Selfrida