UMS Rappang Gelar PKM Digitalisasi Bumdes di Desa Bulo: Perkuat Manajemen, Regulasi, dan Akses Pasar
KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan desa melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah BIMA 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Digitalisasi Bumdes untuk Penguatan Manajemen Usaha, Kepatuhan Regulasi, dan Perluasan Akses Pasar” dan dilaksanakan pada Rabu (13/8) di Desa Bulo.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hariyanti Hamid, S.P., S.Sos., M.Si selaku Ketua Tim Pengabdian, dengan melibatkan sejumlah dosen serta mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik dan Hukum Bisnis. Kehadiran akademisi dan mahasiswa lintas disiplin ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat dapat menjadi laboratorium kolaboratif antara kampus, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal.
Acara juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bulo, Andi Rifai M, yang menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak agar Bumdes dan UMKM di desa tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.
Ketua tim pengabdian, Hariyanti Hamid, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UMS Rappang sebagai kampus Digital Entrepreneurship University. “Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar desa mampu mengelola usaha dengan manajemen yang akuntabel, taat regulasi, serta memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” ujarnya.Kehadiran dosen dan mahasiswa di lapangan tidak hanya memberikan transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat sinergi kampus dengan desa sebagai mitra strategis. Kepala Desa Bulo, Andi Rifai M, menambahkan bahwa kegiatan ini memberi semangat baru bagi perangkat desa dan pelaku usaha lokal untuk lebih siap menghadapi era digital.
Dengan dukungan hibah BIMA 2025, kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan yang mampu memperkuat kapasitas Bumdes, mendorong kepatuhan regulasi, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM desa.