Inovasi Alat Penabur Pupuk Berbahan Pipa PVC dalam Program KKN Tematik Unhas di Desa Bulo Wattang

KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, Arif Setiawan dari Program Studi Kehutanan, melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa inovasi alat penabur pupuk sederhana berbahan pipa PVC. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Januari 2026 di Desa Bulo Wattang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program kerja ini bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan efisiensi pemupukan tanaman, baik dari segi tenaga, waktu, maupun ketepatan penggunaan pupuk. Sasaran kegiatan ditujukan kepada petani dan masyarakat Desa Bulo Wattang, sebagai upaya mendukung pertanian lokal melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang sederhana dan mudah diterapkan.

Indikator keberhasilan dari program kerja Alat Penabur Pupuk Sederhana ini ditandai dengan terlaksananya pembuatan alat serta penyerahannya kepada petani Desa Bulo Wattang, sekaligus meningkatnya pemahaman masyarakat dalam menggunakan alat tersebut.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap awal dimulai dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Bulo Wattang dan ketua kelompok tani, guna menyampaikan rencana kegiatan serta menentukan jadwal pelaksanaan. Selanjutnya, mahasiswa KKN Tematik Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melakukan pembuatan alat penabur pupuk dengan memanfaatkan bahan sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti pipa PVC.

Tahap berikutnya adalah sosialisasi dan pelatihan, yang kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat secara langsung di lahan milik petani. Demonstrasi ini bertujuan untuk memperlihatkan proses perakitan, cara penggunaan, serta pengujian alat penabur pupuk yang telah dibuat, sehingga petani dapat memahami manfaat dan cara pengoperasiannya secara langsung.

Strategi pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Melalui metode ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.

Secara keseluruhan, penggunaan alat penabur pupuk sederhana berbahan PVC ini memberikan dampak positif bagi petani Desa Bulo Wattang, terutama dalam meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu serta mengurangi pemborosan pupuk. Melalui kegiatan sosialisasi yang dipadukan dengan praktik langsung, petani tidak hanya memahami cara kerja alat, tetapi juga termotivasi untuk mencoba dan mengadopsinya dalam kegiatan pertanian sehari-hari.

Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa Arif Setiawan (Program Studi Kehutanan) ini memiliki peluang besar untuk diterapkan secara berkelanjutan. Meskipun demikian, petani juga memberikan beberapa saran perbaikan, seperti penyesuaian ukuran dan desain alat agar lebih sesuai dengan kondisi lahan serta jenis pupuk yang digunakan. Hal ini menjadi masukan penting untuk pengembangan inovasi selanjutnya agar semakin optimal dalam menjawab kebutuhan pertanian lokal.

Pemantauan dan evaluasi kegiatan dilakukan secara terintegrasi untuk menilai efektivitas sosialisasi dan penerapan alat penabur pupuk manual berbahan PVC di Desa Bulo Wattang. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami fungsi dan cara kerja alat dengan baik. Kendala teknis, seperti kesulitan menekan tabung pupuk pada tanah yang keras, dapat diatasi setelah dilakukan penjelasan ulang dan bimbingan singkat.

Berdasarkan hasil wawancara, sebagian besar peserta memberikan respons positif. Alat penabur pupuk dinilai praktis, ringan, hemat energi dan waktu, serta membantu mengurangi pemborosan pupuk. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang diperkenalkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Desa Bulo Wattang.

 


Topik Terkait

Baca Juga :