Program Kerja Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Desa Bila: Inovasi Ketahanan Pangan Keluarga

KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP – Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, menjadi saksi penting dalam pelaksanaan Program Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) yang digelar pada tanggal 19 Januari 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya inovasi ketahanan pangan keluarga yang diperkenalkan oleh Reski Zein Ainila, mahasiswa KKN-T Inovasi Daerah Gelombang 115 dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Acara tersebut dihadiri oleh ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Bila di kantor desa, Senin 19 Januari 2026


Program Budikdamber ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara budidaya ikan yang efisien dalam hal lahan dan air, menggunakan ember sebagai media utama. Dengan mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman sayuran dalam satu wadah, program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta memberikan peluang ekonomi kreatif. Selain itu, masyarakat juga diajarkan cara memanfaatkan kotoran ikan sebagai nutrisi untuk tanaman, melalui sistem aquaponik yang ramah lingkungan dan hemat biaya.

Sebagai bagian dari kegiatan, para peserta mendapatkan materi edukasi mengenai alat dan bahan yang diperlukan dalam budidaya ikan dalam ember, termasuk ember 80 liter, bibit ikan lele atau nila, serta bahan-bahan pendukung seperti gelas plastik untuk media tanam dan arang/rockwool. Teknik-teknik penting lainnya, seperti cara aklimatisasi benih ikan, sistem aquaponik, serta perawatan rutin ikan dan tanaman, juga dibahas secara detail.

Reski Zein Ainila, selaku fasilitator utama, menjelaskan pentingnya pemeliharaan kualitas air dan pemberian pakan secara teratur untuk memastikan keberhasilan budidaya. Tak hanya itu, peserta juga diajak untuk berkreasi dengan menanam sayuran seperti kangkung atau genjer di atas ember yang telah diisi dengan ikan, memanfaatkan kotoran ikan sebagai sumber nutrisi alami.


Kepala Desa Bila, H. Kuba, memberikan sambutan positif terhadap program yang diadakan. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif yang dihadirkan oleh para mahasiswa KKN. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kami yang menginginkan solusi praktis dan ramah lingkungan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Dengan sistem budidaya ini, selain bisa mendapatkan hasil ikan yang bergizi, warga juga dapat menikmati sayuran segar tanpa harus mengandalkan lahan yang luas. Ini adalah langkah yang luar biasa dalam mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.”

Beliau juga berharap agar program ini dapat berkelanjutan dan diimplementasikan lebih luas di Desa Bila, bahkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. “Kami akan terus mendukung dan mendorong kegiatan seperti ini, yang tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kami.”


Program Budikdamber ini bukan hanya memberikan solusi terhadap masalah ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk diversifikasi ekonomi masyarakat desa. Dengan pendekatan yang sederhana dan efisien, diharapkan kedepannya banyak keluarga di Desa Bila yang dapat memanfaatkan teknologi sederhana ini untuk menciptakan kemandirian pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga melalui hasil budidaya ikan dan sayuran.

 Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi yang tepat, desa-desa di Indonesia bisa menghadapi tantangan ketahanan pangan dengan lebih mandiri. Program ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat bisa menghasilkan solusi yang inovatif dan bermanfaat untuk kesejahteraan bersama.


Topik Terkait

Baca Juga :