KUPATUJUKI: Ikhtiar Kecil dari UPT SD Negeri 3 Sereang Menenun Karakter Anak Indonesia Hebat

KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP – Di tengah gempuran arus digitalisasi yang kian mengikis nilai-nilai budi pekerti pada generasi muda, sebuah gerakan sarat makna lahir dari sudut ruang kelas 5 UPT SD Negeri 3 Sereang. Dipelopori oleh Ratna, S.Pd., sekolah ini meluncurkan sebuah program kokurikuler inovatif bertajuk "KUPATUJUKI" (Kokurikuler Penguatan Karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat).

Bukan sekadar formalitas pengisian jam pelajaran di luar kelas, KUPATUJUKI dirancang sebagai ekosistem pembelajaran holistik yang menyatukan tiga pilar utama manusia: spiritual, mental, dan fisik.

Berangkat dari Kegelisahan Gawai dan Karakter yang Memudar

Sebagai pendidik yang berhadapan langsung dengan realitas lapangan, Ratna, S.Pd. mengaku tergerak menyusun program ini karena melihat fenomena pudarnya pembiasaan karakter positif pada anak-anak akibat ketergantungan teknologi.

"Program KUPATUJUKI ini bukan solusi instan, melainkan benih kebaikan yang ditanam setiap hari. Karena hanya melalui kegiatan kecil yang terus diulang, karakter yang kuat bisa tumbuh. Tidak ada satupun 'tugas kecil' yang tidak punya makna," ungkap Ratna penuh optimisme.

Landasan hukum program ini merujuk kuat pada Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 Pasal 1 ayat (7), di mana kegiatan kokurikuler dimaksudkan untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi intrakurikuler demi melatih keterampilan sosial serta kepemimpinan siswa.

Meniti 7 Kebiasaan Hebat dari Senin hingga Minggu

Program KUPATUJUKI mengemas tujuh kebiasaan emas ke dalam jadwal mingguan yang terstruktur, namun tetap menyenangkan bagi anak-anak:

  1. Bangun Pagi & Disiplin Waktu: Melalui sistem kontrol presensi, siswa termotivasi bangun lebih awal. Efeknya, tubuh lebih segar dan konsentrasi belajar di kelas meningkat tajam.

  2. Kesadaran Spiritual (Berdoa & Berzikir): Setiap Jumat malam, atmosfer religius terasa kental saat siswa kelas 5 berkumpul di masjid sekitar sekolah bersama guru dan orang tua untuk membaca Surah Yasin, menghafal minimal 5 surah pendek, serta pembiasaan Shalat Dhuha dan Dzuhur berjamaah.

  3. Kebugaran Fisik (Berolahraga): Setiap Rabu dan Sabtu, halaman sekolah bergetar oleh keceriaan senam kebugaran yang dipandu oleh guru PJOK untuk melatih konsistensi dan kerja tim.

  4. Makan Sehat dan Bergizi: Langkah nyata untuk menekan angka stunting dan menghentikan kebiasaan jajan sembarangan. Efeknya luar biasa—secara kognitif siswa lebih fokus, dan secara emosional mereka menjadi lebih tenang dan mandiri.

  5. Gemar Belajar (Optimisme & Literasi): Setiap Selasa dan Kamis, siswa wajib membaca buku motivasi selama 15 menit yang dicatat dalam buku kontrol. Di akhir bulan, progres membaca ini dilombakan untuk memantik kompetisi yang sehat.

  6. Bermasyarakat & Berbagi: Melalui aksi "Jumat Bersih", siswa gotong-royong merawat lingkungan. Tak hanya itu, pada momen "Jumat Berkah", mereka membawa makanan ringan untuk dibagikan kepada teman sekelas dan warga di depan sekolah yang membutuhkan.

  7. Tidur Cepat: Edukasi harian agar anak-anak mengistirahatkan tubuh secara disiplin pada malam hari demi kesiapan mental esok hari.

Jadwal Kegiatan Mingguan KUPATUJUKI

HariKegiatan UtamaKebiasaan yang Ditingkatkan
SeninUpacara BenderaPatriotisme & Disiplin
SelasaLiterasi Membaca & DiskusiLiterasi & Optimisme
RabuSenam KebugaranKebugaran & Disiplin
KamisLiterasi & Malam Memakmurkan MasjidLiterasi & Spiritual
JumatJumat Bersih, Literasi Al-Qur'an & Jumat BerkahSpiritual, Kebersihan & Sosial
SabtuSenam KebugaranKebugaran & Disiplin
MingguIstirahat & Waktu Bersama KeluargaPenguatan Ikatan Keluarga

Melawan Tantangan, Membidik Dampak Nyata

Merajut program seambisius ini tentu bukan tanpa hambatan. Ratna memetakan beberapa tantangan nyata, mulai dari keterbatasan waktu, tingkat keterlibatan siswa yang beragam, konsistensi pembina, hingga pentingnya menjaga sinergi dengan orang tua di rumah. Oleh karena itu, keberhasilan KUPATUJUKI bertumpu pada kolaborasi erat antara Wali Kelas 5, kepala sekolah, rekan sejawat, komite, dan orang tua murid.

Namun, target terukur telah ditetapkan. Dalam 3 bulan ke depan, program ini membidik peningkatan rata-rata nilai literasi minimal 15% pada rapor, serta partisipasi 100% siswa dalam aksi sosial. Di samping itu, setiap siswa ditargetkan menghasilkan minimal 2 proyek kreatif untuk dipresentasikan di depan kelas.

"Tujuan pendidikan sejati bukan hanya mencetak siswa dengan nilai tinggi, tetapi menciptakan manusia yang utuh: berpikir jernih, berperasaan hangat, dan bertindak bijaksana," tambah Ratna.

Budaya Baru dari Sekolah Kecil

Pada akhirnya, keberhasilan sejati dari KUPATUJUKI tidak sekadar diukur dari angka-angka kuantitatif, melainkan dari riak perubahan kualitatif: Apakah rasa ingin tahu anak-anak membesar? Apakah hubungan mereka dengan sesama menjadi lebih harmonis? Dan apakah mereka kian peduli pada lingkungan?

Dari UPT SD Negeri 3 Sereang, sebuah pesan optimistis dikirimkan untuk dunia pendidikan Indonesia. Karakter tidak dibentuk dalam satu hari, melainkan ditempa lewat rutinitas sederhana yang dilakukan penuh cinta setiap hari.

Informasi Penulis:

  • Nama: Ratna, S.Pd.

  • Instansi: UPT SD Negeri 3 Sereang

  • Kontak/Pos-el: ratna912@gmail.guru.sd.belajar.id


Topik Terkait

Baca Juga :