Konsolidasi Pengurus DPC APDESI Sidrap: Menjaga Soliditas, Mendorong Kemandirian Desa
KABAR ZODIAC,COM, SIDRAP - Momentum pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) periode 2026–2031 bukan sekadar prosesi seremonial. Bagi internal kepengurusan APDESI Sidrap, ini adalah tonggak awal konsolidasi total sekaligus estafet keberlanjutan program demi membawa lompatan besar bagi desa-desa di Bumi Nene Mallomo.
Kepercayaan besar kembali diletakkan di pundak Naming Pallajareng. Setelah sukses memimpin pada periode sebelumnya, ia resmi terpilih kembali dan dilantik sebagai Ketua DPC APDESI Sidrap untuk masa bakti kedua (2026–2031).
Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini digelar bersama 9 Ketua DPC APDESI kabupaten lainnya se-Sulawesi Selatan di Aula Balai Prajurit M. Yusuf Manunggal, Makassar, Sabtu (4/7/2026). Pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M.
Berbekal pengalaman matang dari periode sebelumnya, Kepala Desa Sipodeceng itu bergerak cepat menyusun komposisi kepengurusan baru yang lebih progresif dan akomodatif. Di jajaran pengurus inti (BPH), roda organisasi akan digerakkan bersama figur-figur kepala desa yang visioner.
Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Abdulah Paba (Kepala Desa Tana Toro) sebagai Sekretaris 1 dan Andi Rifai (Kepala Desa Bulo) sebagai Sekretaris 2. Urusan kebendaharaan akan dikawal ketat oleh Hj. Rusna Tappa (Kepala Desa Bapangi) selaku Bendahara 1 dan Abdul Madjid (Kepala Desa Kanie) selaku Bendahara 2.
Guna memperkuat arah kebijakan organisasi, posisi Wakil Ketua diisi oleh Andi Haruna, S.IP (Kepala Desa Lainungan) dan Ilyas Hatta, S.IP (Kepala Desa Tonrong). Sementara itu, fungsi kontrol, nasihat, dan pertimbangan internal diisi oleh deretan tokoh senior di Dewan Pertimbangan, yakni Dayadi Eman Rosi, S.IP (Kepala Desa Bina Baru), Andi Maesur (Kepala Desa Mario), Hadiyanto (Kepala Desa Kulo), dan Sulaeman Malle (Kepala Desa Dongi).
"Kepercayaan untuk kembali memimpin APDESI Sidrap adalah amanah besar sekaligus panggilan untuk melanjutkan perjuangan yang belum tuntas. Pada periode baru ini, kami menghadirkan warna yang lebih progresif. Komposisi kepengurusan ini dirancang solid agar organisasi menjadi wadah yang kuat bagi seluruh kepala desa untuk bersinergi," tegas Naming Pallajareng optimistis.
Menyadari luasnya wilayah Kabupaten Sidrap, kepengurusan periode kedua Naming Pallajareng ini langsung memperkuat jaringan Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan dan Koordinator Kabupaten. Langkah taktis ini diambil agar komunikasi keorganisasian terjalin linier dari tingkat pusat, kabupaten, hingga pelosok desa.
Berikut adalah skuad Korwil Kecamatan DPC APDESI Sidrap yang siap mengawal garis perjuangan organisasi:
- Kecamatan Baranti: Haedar (Kepala Desa Tonrong Rijang)
- Kecamatan Kulo: Rudy Tompang (Kepala Desa Rijang Panua)
- Kecamatan Watangpulu: Riswan (Kepala Desa Ciro Ciroe)
- Kecamatan Maritengae: H. Baharuddin (Kepala Desa Tanete)
- Kecamatan Tellu Limpoe: Andi Gusli (Kepala Desa Teteaji)
- Kecamatan Panca Lautang: Syamsuddin (Kepala Desa Wanio Timoreng)
- Kecamatan Watang Sidenreng: Satry (Kepala Desa Talumae)
- Kecamatan Pitu Riawa: Suardi Rosi (Kepala Desa Kalempang)
- Kecamatan Dua Pitue: H. Kuba (Kepala Desa Bila)
- Kecamatan Pitu Riase: Sirajuddin (Kepala Desa Bila Riase)
- Kecamatan Panca Rijang: Andi Rifa'i (Kepala Desa Bulo)
- Koordinator Kabupaten: Ramli Paki (Kepala Desa Buntu Buangin)
Kembalinya Naming Pallajareng memimpin APDESI Sidrap diyakini membuat hubungan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap berjalan semakin matang. Sinergi yang kokoh siap dijalin bersama Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang pada momen tersebut juga menerima penghargaan khusus dari DPP APDESI atas dukungan luar biasa terhadap ketahanan pangan desa.
Dengan rekam jejak kepemimpinan yang sudah teruji, struktur yang mengakar kuat hingga tingkat kecamatan, serta sokongan penuh dari pemerintah daerah, DPC APDESI Sidrap siap tancap gas tanpa perlu meraba-raba dari awal. Wadah ini dipastikan menjadi jembatan kokoh yang menyatukan visi antar-kepala desa demi terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Sidrap.





