Mahasiswa KKN Betao Dorong Ketahanan Pangan Lewat Inovasi Pekarangan Ramah Lingkungan

KABAR ZODIAC.COM,SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Betao, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui program bertajuk “Pemanfaatan Botol Bekas pada Raised Bed dengan Teknik Hugelkultur sebagai Upaya Optimalisasi Lahan Pekarangan Desa.”

Program ini lahir dari keprihatinan terhadap belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga serta masih banyaknya limbah botol plastik yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian pekarangan masih dibiarkan kosong dan belum dikelola sebagai sumber pangan keluarga. Di sisi lain, botol plastik bekas rumah tangga kerap menumpuk tanpa nilai guna.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan solusi sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan melalui pembuatan raised bed dengan teknik hugelkultur  metode bercocok tanam yang memanfaatkan lapisan bahan organik seperti kayu, ranting, dan daun kering sebagai media tanam alami.

Ketua pelaksana kegiatan, Nurul Mutmainna, menjelaskan bahwa program ini dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan masyarakat secara mandiri.

“Saya ingin membuat program kerja yang sederhana, mudah diterapkan, dan bisa berkelanjutan setelah KKN selesai. Pekarangan sebenarnya memiliki potensi sebagai sumber pangan keluarga, apalagi jika dikombinasikan dengan teknik yang tepat dan pemanfaatan limbah seperti botol plastik bekas,” ungkapnya.

Sebagai bentuk implementasi nyata, mahasiswa KKN membangun satu unit raised bed percontohan di pekarangan rumah Kepala Dusun 5 Desa Betao, Bapak Ruslan. Raised bed tersebut disusun dari lapisan ranting, daun kering, dan botol plastik bekas sebagai bagian dari struktur media tanam. Di atasnya ditanam berbagai jenis sayuran yang cocok untuk kebutuhan rumah tangga.

Inovasi ini tidak hanya mendorong pemanfaatan pekarangan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan desa.Bapak Ruslan memberikan apresiasi atas program tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik KKN karena program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain memanfaatkan lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif, kegiatan ini juga membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Kami berharap semakin banyak warga yang tertarik menerapkan konsep seperti ini di rumah masing-masing,” tuturnya.

Program ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan rumah tangga,
  • SDGs 11 (Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pengelolaan lingkungan berbasis sumber daya lokal,
  • SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi media yang lebih bernilai guna.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap raised bed percontohan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Betao untuk menciptakan pekarangan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan. Dari botol bekas dan ranting kering, tumbuh harapan baru bagi ketahanan pangan desa.


 


Topik Terkait

Baca Juga :