Mahasiswa KKN-T 115 UNHAS Hadirkan Solusi Ketahanan Pangan Lewat Program BUDIKDAMBER di Desa Dongi


KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP – Upaya penguatan ketahanan pangan skala rumah tangga terus digencarkan melalui berbagai inovasi sederhana namun berdampak nyata. Salah satunya diwujudkan oleh Andi Muhammad Abdillah Pratama, mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin, melalui Program Kerja Individu BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan dalam Ember) yang dilaksanakan di Dusun 5, Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi keterbatasan lahan pekarangan yang dimiliki sebagian besar warga desa. Namun, keterbatasan tersebut justru menjadi peluang untuk menghadirkan solusi budidaya yang praktis, hemat biaya, dan efisien sumber daya. BUDIKDAMBER hadir sebagai alternatif pemanfaatan lahan sempit agar tetap produktif, dengan hasil ganda berupa ikan dan sayuran dalam satu wadah.

Selain optimalisasi lahan, program ini juga menjawab kebutuhan masyarakat akan pemenuhan gizi mandiri. Melalui budidaya ikan, seperti ikan lele, serta penanaman sayuran organik di bagian atas ember, masyarakat dapat memperoleh sumber protein hewani dan sayuran segar langsung dari halaman rumah sendiri. Sistem ini juga dikenal hemat air dan mudah dirawat, sehingga sangat sesuai diterapkan di lingkungan pedesaan.

Sasaran utama program BUDIKDAMBER adalah masyarakat Desa Dongi, khususnya kelompok ibu rumah tangga. Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan pangan keluarga, program ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat secara ekonomi dengan memberikan keterampilan budidaya yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro rumahan. Selain itu, edukasi mengenai teknik aquaponik sederhana menjadi nilai tambah karena sistem ini mudah dipahami dan direplikasi oleh siapa saja.

Dalam pelaksanaannya, sistem BUDIKDAMBER menggunakan ember plastik sebagai media budidaya ikan, sementara bagian atas ember dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti kangkung atau sawi. Mekanisme ini memungkinkan siklus saling menguntungkan antara ikan dan tanaman, sekaligus meminimalkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Dongi mampu menciptakan kemandirian pangan dari halaman rumah sendiri, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif, serta membangun gaya hidup sehat melalui konsumsi pangan mandiri yang segar dan ramah lingkungan. Lebih dari itu, BUDIKDAMBER juga diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya menekan angka stunting melalui ketersediaan asupan protein yang terjangkau dan berkelanjutan.

Program BUDIKDAMBER menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana, jika dikelola dengan baik dan tepat sasaran, mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.


Topik Terkait

Baca Juga :