Mahasiswa KKN-T Unhas Gelar Program Budikdamber untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Buntu Buangin


KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP – Desa Buntu Buangin, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi tempat berlangsungnya program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Muhammad Fauzan Nanda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin. Program ini bertajuk Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan dilaksanakan pada 21 Januari 2026, dengan tujuan memperkenalkan teknologi pertanian dan perikanan berbasis rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan kepada masyarakat desa.


Budikdamber, atau Budidaya Ikan dalam Ember, merupakan sistem budidaya yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan dan tanaman dalam satu wadah menggunakan metode akuaponik. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Buntu Buangin, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pelaku usaha perkebunan, dalam mengatasi keterbatasan lahan dan sumber daya alam yang ada. Meskipun desa ini terletak di dataran tinggi dengan potensi sumber daya air yang baik, masih banyak lahan yang terbatas untuk pertanian dan perikanan konvensional.

Melalui Budikdamber, masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang terbatas untuk kegiatan produktif. Sistem ini memungkinkan mereka untuk memelihara ikan dan menanam sayuran secara bersamaan dalam satu wadah yang efisien dan ramah lingkungan, tanpa membutuhkan lahan luas atau modal besar. Selain itu, sistem ini juga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan menyediakan sumber protein hewani (ikan) dan sayuran bergizi dalam satu tempat.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknologi Budikdamber berbasis akuaponik, sehingga dapat diadaptasi secara luas di tingkat rumah tangga. Dengan mengikuti pelatihan langsung yang diberikan oleh tim pelaksana, masyarakat diharapkan dapat:

  1. Memahami dan menguasai teknik budidaya ikan dan tanaman secara terpadu menggunakan sistem akuaponik.

  2. Mendorong pemanfaatan lahan sempit di pekarangan rumah warga untuk kegiatan produktif dan berkelanjutan.

  3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan berbasis keluarga dan teknologi pertanian ramah lingkungan.

  4. Mengembangkan model usaha mikro berbasis perikanan dan pertanian yang murah, sederhana, dan bernilai ekonomi.


Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Desa Buntu Buangin. Banyak peserta, terutama ibu rumah tangga, yang merasa terbantu dengan adanya teknologi Budikdamber yang sederhana namun efektif. Mereka mengungkapkan bahwa sistem ini memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa harus bergantung pada pasokan luar desa. “Dengan sistem ini, kami bisa mendapatkan ikan dan sayuran segar untuk keluarga kami. Tidak perlu lahan yang luas, cukup pekarangan rumah saja,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Kepala Desa Buntu Buangin, Ramli Paki, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Unhas yang telah membawa program inovatif ini ke desa kami. Budikdamber adalah solusi yang sangat relevan dengan kondisi desa kami yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan penerapan sistem ini, kami tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Saya berharap program ini dapat terus berkembang dan diterapkan di lebih banyak rumah tangga di desa kami,” ujarnya.


Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga berdampak positif dalam jangka panjang untuk pembangunan ekonomi desa. Melalui Budikdamber, masyarakat di Desa Buntu Buangin diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar desa, dan menciptakan peluang usaha mikro yang berkelanjutan.

Program ini juga memberikan peluang pemberdayaan bagi kelompok ibu rumah tangga, remaja, dan pemuda desa untuk terlibat dalam kegiatan produktif yang dapat meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan mereka.


Bagi mahasiswa yang terlibat dalam program ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merupakan pengalaman berharga. Mereka tidak hanya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, manajerial, dan kerja tim dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan. “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Buntu Buangin,” ujar Muhammad Fauzan Nanda, mahasiswa yang memprakarsai kegiatan ini.


Dengan kesuksesan program ini, diharapkan teknologi Budikdamber dapat diterapkan lebih luas di desa-desa lain di Kabupaten Sidrap dan daerah sekitarnya. Dengan pemanfaatan teknologi yang sederhana namun efektif ini, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.


Topik Terkait

Baca Juga :