Pelatihan Tari Meriahkan Ramah Tamah: Mahasiswa KKN-T Unhas Kembangkan Potensi Seni di Desa Tenrigangkae

KABAR ZODIAC.COM, MAROS - Dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi seni budaya di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T 115) Universitas Hasanuddin melaksanakan sebuah program pelatihan tari yang penuh semangat dan inspirasi. Program yang berlangsung sejak 10 Januari 2026 ini berfokus pada pengembangan seni tari sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda. Puncak dari pelatihan ini ditampilkan dalam acara ramah tamah pada 13 Februari 2026.

Pelatihan tari yang diinisiasi oleh Wike Rezki Hardini, mahasiswa KKN-T, terbagi menjadi dua kelompok: tari Ratoh Jaroe, yang diikuti oleh 10 siswa sekolah dasar, dan tari Padduppa, yang dibawakan oleh 4 remaja dari sekolah menengah atas. Dua jenis tari ini dipilih untuk menggambarkan keberagaman seni budaya yang ada di Indonesia, sekaligus mengajak generasi muda untuk melestarikannya.

Program pelatihan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, termasuk pemerintah desa. Ketua BPD Desa Tenrigangkae, Asep Hidayat, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa KKN-T. Dalam sambutannya, ia bahkan menyebutkan, “KKN terbaik yang pernah ada di Desa Tenrigangkae.” Antusiasme warga pun terlihat jelas, terutama dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. Salah seorang orang tua mengungkapkan rasa bangga terhadap hasil latihan yang dicapai peserta dalam waktu yang relatif singkat. “Kami sangat terkesan dengan perkembangan yang dicapai anak-anak dalam satu bulan ini. Program ini memberikan mereka pengalaman berharga, sekaligus memperkaya kegiatan positif di desa,” katanya.

Wike Rezki Hardini menjelaskan bahwa pelatihan tari yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan mengajarkan gerakan tari, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk nilai-nilai karakter. "Kami tidak hanya mengajarkan gerakan tari, tetapi juga menanamkan budaya salam, kebersamaan, sikap pantang menyerah, rasa percaya diri, dan kreativitas. Semua ini kami ajarkan melalui proses pelatihan yang dilakukan secara berkelompok," ungkap Wike.

Pelatihan tari yang diadakan ini juga menjadi jembatan untuk memperkenalkan generasi muda Desa Tenrigangkae dengan seni tradisional sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan di tengah masyarakat. Para peserta, yang terdiri dari berbagai usia, mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan diri mereka melalui tari, sekaligus belajar untuk bekerja sama dalam tim.

Sebagai bagian dari misi KKN-T Universitas Hasanuddin, kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan ruang ekspresi seni bagi generasi muda, tetapi juga untuk memperkaya nilai-nilai budaya yang ada di desa. Mahasiswa KKN-T berharap program pelatihan tari ini dapat menjadi langkah awal dalam melestarikan seni tradisional, serta mendorong tumbuhnya kepercayaan diri dan kreativitas anak-anak muda di Desa Tenrigangkae.

Dengan semangat yang terus berkobar, diharapkan program ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya berbakat dalam seni, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, siap menghadapi tantangan zaman dengan kebersamaan dan semangat pantang menyerah.



Topik Terkait

Baca Juga :