Inovasi KKN Unhas: Trash Boom Berbasis Botol Plastik untuk Atasi Pencemaran Kanal di Makassar

KABAR ZODIAC.COM, MAKASSAR - Permasalahan pencemaran air di kanal akibat penumpukan sampah plastik kembali menjadi sorotan di Kota Makassar. Tumpukan botol, kantong plastik, dan berbagai limbah rumah tangga yang terbawa arus tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga mengancam ekosistem perairan serta memicu banjir saat musim hujan tiba. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi ramah lingkungan berupa trash boom berbasis limbah botol plastik.

Program ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Mandala, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar pada 9 Januari 2026. Inisiatif tersebut mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan dan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Trash boom merupakan alat penghalang terapung yang dirancang untuk menahan dan mengumpulkan sampah di permukaan air. Berbeda dari alat serupa pada umumnya, inovasi ini memanfaatkan rangkaian botol plastik bekas sebagai pelampung utama. Botol-botol yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dikumpulkan, dibersihkan, lalu disusun memanjang dan diikat menggunakan tali atau kawat kuat. Rangkaian tersebut kemudian dipadukan dengan jaring pembatas agar sampah dapat tertahan secara efektif.

Pemasangan dilakukan di titik-titik strategis sepanjang kanal, khususnya pada area yang kerap menjadi jalur penumpukan sampah atau sebelum aliran air menuju sungai yang lebih besar. Saat debit air stabil, trash boom dipasang melintang dan diikat pada kedua sisi tepi kanal. Dengan memanfaatkan arus air, sampah yang hanyut akan terarah ke satu titik kumpul sehingga lebih mudah diangkat dan dikelola. Perawatan rutin pun menjadi bagian penting agar sampah yang tertahan tidak menimbulkan penyumbatan baru.

Lebih dari sekadar alat pengendali sampah, trash boom berbasis limbah botol plastik ini menjadi simbol gerakan daur ulang dan kepedulian lingkungan. Inovasi sederhana namun berdampak besar ini membuktikan bahwa solusi atas persoalan lingkungan dapat lahir dari kreativitas dan kolaborasi. Melalui program ini, mahasiswa KKN-T tidak hanya menghadirkan teknologi tepat guna, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan kanal adalah tanggung jawab bersama.

Langkah kecil dari Kelurahan Mandala ini diharapkan mampu menginspirasi wilayah lain untuk mengadopsi solusi serupa, demi mewujudkan perairan yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.


Topik Terkait

Baca Juga :