Panen Raya Corawali Jadi Bukti Kemajuan Pertanian, Sidrap Diusulkan Menjadi Model Indonesia Timur
Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama rombongan ikut memanen padi menggunakan mesin combine harvester, sebagai simbol keberhasilan peningkatan produktivitas pertanian yang terus dicapai Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan.
Kunjungan Kementerian PPN/Bappenas dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan sektor pertanian Sidrap yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan, baik dari sisi produktivitas, inovasi, maupun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan pembangunan sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Menurutnya, kehadiran Bappenas merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
"Beliau hadir untuk melihat langsung bagaimana pertumbuhan ekonomi di Sidrap yang meningkat secara inklusif, dari sekitar 4 persen menjadi 7,71 persen. Di Pulau Sulawesi, capaian seperti ini tidak banyak terjadi," ujar Syaharuddin.
Ia menjelaskan, peningkatan produktivitas pertanian turut berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani. Jika sebelumnya produksi padi rata-rata mencapai sekitar 7 ton per hektare, kini di sejumlah kawasan telah meningkat menjadi 10 hingga 12 ton per hektare.
Syaharuddin juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Sidrap sebagai lumbung beras, lumbung telur, pusat energi terbarukan, sekaligus daerah penghasil penghafal Al-Qur'an di Indonesia.
Khusus di Kecamatan Panca Lautang yang memiliki sekitar 5.760 hektare lahan persawahan, pemerintah terus memprioritaskan pembangunan bendung dan jaringan irigasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan distribusi air sehingga pada 2027 wilayah ini tidak lagi berada di ujung saluran irigasi, melainkan menjadi salah satu sumber distribusi air bagi kawasan pertanian.
Selain itu, Pemkab Sidrap juga mendorong penyediaan jaringan listrik hingga ke kawasan persawahan guna mempercepat penerapan mekanisasi dan modernisasi pertanian.
"Kehadiran Bappenas tentu menjadi berkah bagi Sidrap dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary, mengaku terkesan dengan berbagai capaian yang diraih Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, kemajuan daerah tercermin dari meningkatnya produktivitas pertanian, pertumbuhan ekonomi, serta kuatnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.
"Apa yang dilakukan Sidrap sangat strategis. Kami hadir untuk melihat langsung praktik-praktik baik yang telah dijalankan di sini," ungkapnya.
Ia menilai berbagai inovasi pembangunan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sidrap layak menjadi referensi bagi daerah lain, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
"Kami turun langsung untuk menyaksikan contoh baik yang nantinya bisa menjadi percontohan bagi wilayah Indonesia Timur dalam mendukung swasembada pangan nasional," pungkasnya. (*)




