KKN Unhas Hadirkan Inovasi Hijau, Lahan Kosong Disulap Jadi Kebun TOGA dan Hortikultura

KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan. Melalui inovasi hijau, mereka menyulap lahan kosong di Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, menjadi kebun produktif Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan hortikultura yang ramah lingkungan.

Program kerja bertajuk “Optimalisasi Lahan Kosong menjadi Kebun TOGA dan Tanaman Hortikultura Berbasis Kompos Limbah Rumah Tangga” ini berada di bawah penanggung jawab Ainun Muslimah W. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata mahasiswa KKN dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan lingkungan.

Inisiatif ini berangkat dari keprihatinan mahasiswa terhadap masih banyaknya lahan kosong di sekitar permukiman warga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, limbah rumah tangga organik seperti sisa makanan dan daun kering kerap terbuang percuma dan berpotensi mencemari lingkungan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN mengintegrasikan pengolahan limbah organik menjadi kompos sebagai media tanam TOGA dan tanaman hortikultura.

Berbagai jenis TOGA seperti jahe, kunyit, serai, dan daun sirih diperkenalkan kepada masyarakat, bersanding dengan tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, serta sayuran hijau. Tanaman-tanaman ini dipilih karena memiliki manfaat langsung bagi kesehatan keluarga, menunjang ketahanan pangan rumah tangga, serta mudah dibudidayakan dengan perawatan sederhana.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga praktik langsung bersama warga. Mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai cara memilah limbah rumah tangga organik dan mengolahnya menjadi kompos sederhana. Selanjutnya, warga didampingi langsung dalam proses penanaman hingga perawatan tanaman, sehingga mampu menerapkan teknik budidaya yang tepat dan berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat Desa Kalempang tampak tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga menilai program ini mudah diterapkan, berbiaya rendah, dan memberikan manfaat ganda—mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan tanaman yang berguna bagi kebutuhan sehari-hari. Program ini juga dinilai mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.

Program optimalisasi lahan kosong ini sejalan dengan tujuan utama KKN Universitas Hasanuddin, yakni menghadirkan edukasi, pendampingan, serta inovasi berbasis potensi lokal. Melalui program yang digagas oleh Ainun Muslimah ini, diharapkan masyarakat Desa Kalempang dapat secara mandiri mengelola pekarangan sebagai kebun TOGA dan hortikultura, meningkatkan kesehatan serta ketahanan pangan keluarga, sekaligus mewujudkan lingkungan desa yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.


Topik Terkait

Baca Juga :