Mahasiswa KKN-T Inovasi Daerah Unhas Hadirkan Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan Berbahan Jeruk Nipis di Betao Riase

KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menghadirkan inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bertempat di Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mahasiswa KKN-T menggelar program inovasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan jeruk nipis, Kamis, 5 Februari 2026.

Program ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok PKK, serta kelompok usaha kecil, dan dilaksanakan dengan pendampingan Dosen Pembimbing, Dr. Hasan Basri, S.KM. Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan partisipatif, di mana masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan sabun.

Inovasi ini diinisiasi oleh Devi Natalia, mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat desa. Bersama tim KKN-T, Devi mengedepankan pendekatan edukatif dan praktik langsung guna mendorong kemandirian rumah tangga, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan bahan alami lokal yang aman dan ramah lingkungan. 

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bahan alami ramah lingkungan, manfaat jeruk nipis sebagai pembersih alami, serta langkah-langkah sederhana pembuatan sabun cuci piring. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan produk yang aman bagi kesehatan dan lingkungan.

Program ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Betao Riase menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran memanfaatkan bahan alami serta mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu staf desa, Apriani, yang menilai program kerja mahasiswa KKN sangat membantu pemerintah desa dalam upaya pemberdayaan masyarakat. “Edukasi dan pelatihan seperti ini menambah wawasan serta keterampilan warga. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Respons positif juga datang dari warga. Ibu Camba, salah satu peserta yang telah mencoba produk tersebut, mengaku puas. “Produk ini mudah digunakan, aman di tangan, dan hasilnya memuaskan. Semoga bisa terus dikembangkan karena sangat membantu masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan inovasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat mahasiswa KKN-T Inovasi Daerah Unhas di Kabupaten Sidrap, khususnya Desa Betao Riase, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan potensi bahan alami lokal secara berkelanjutan.


Topik Terkait

Baca Juga :