Mahasiswa KKN 115 Unhas Hadirkan Peta Infrastruktur Digital, Desa Betao Kini Miliki Data Spasial Terpadu

KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP - Desa Betao kini selangkah lebih maju dalam tata kelola pembangunan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi berupa pembuatan Peta Infrastruktur dan Fasilitas Umum berbasis data spasial sebagai media informasi yang terstruktur dan mudah diakses.

Inovasi ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan data desa yang lebih sistematis, informatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Peta tersebut memuat persebaran berbagai infrastruktur penting di Desa Betao, mulai dari jaringan jalan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga sarana pendukung lainnya.

Proses pembuatannya dilakukan melalui tahapan yang terstruktur, dimulai dari survei lapangan, pengumpulan data secara langsung, hingga pengolahan dan penyajian informasi dalam bentuk visual yang komunikatif. Pendekatan berbasis data spasial ini memungkinkan informasi desa terdokumentasi dengan lebih akurat dan dapat diperbarui sesuai perkembangan wilayah.

Salah satu mahasiswa KKN 115 selaku penggagas peta menjelaskan bahwa program ini bertujuan membantu desa memiliki data yang tertata dan mudah dimanfaatkan.

“Peta ini kami buat sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam membantu Desa Betao memiliki media informasi yang jelas dan terstruktur. Harapannya, peta ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan dan kebutuhan administrasi desa ke depannya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemetaan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan inovasi desa berbasis data.

“Dengan adanya peta infrastruktur dan fasilitas umum, informasi desa tidak hanya tersimpan secara lisan, tetapi juga terdokumentasi secara visual dan dapat diperbarui di masa mendatang,” tambahnya.

Kepala Desa Betao, H. Alimuddin, turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN 115. Menurutnya, keberadaan peta ini sangat membantu pemerintah desa dalam memahami kondisi wilayah secara menyeluruh dan terarah.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN 115 atas pembuatan peta ini. Peta infrastruktur desa sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap H. Alimuddin.

Ia berharap inovasi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi contoh kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa dan pemerintah desa.

“Semoga peta ini tidak hanya digunakan selama KKN berlangsung, tetapi juga bisa menjadi aset desa yang terus dikembangkan di kemudian hari,” tambahnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan solusi aplikatif yang berdampak nyata. Peta Infrastruktur dan Fasilitas Umum Desa Betao diharapkan menjadi fondasi awal menuju tata kelola desa yang lebih transparan, informatif, dan berbasis data demi kemajuan bersama.


Topik Terkait

Baca Juga :