Mahasiswa KKN-T Inovasi Daerah Unhas Sosialisasi Perubahan Iklim Betao Riase, Sidrap

KABAR ZODIAC.COM, SIDRAP - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Unhas telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Perubahan Iklim sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat di Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengertian perubahan iklim, penyebab, serta dampaknya terhadap lingkungan, pertanian, dan kehidupan sehari-hari. Sosialisasi dilaksanakan pada Kamis, 6 februari 2026 dengan melibatkan masyarakat umum desa Betao Riase, dan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta tanya jawab.


Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan pendampingan  bapak Dr. Hasan Basri S.KM. Program ini diinisiasi oleh Patricia Selia Yahya, mahasiswa Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan. Melalui pendekatan edukasi yang interaktif, komunikatif, dan aplikatif, Patricia bersama rekan-rekannya berupaya memberikan pemahaman dasar mengenai perubahan iklim, serta mendorong masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 


Materi yang disampaikan meliputi pengenalan perubahan iklim, tanda-tanda perubahan cuaca ekstrem, dampak terhadap ketersediaan air dan pertanian, serta contoh praktik sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti pengelolaan air hujan, penyesuaian waktu tanam, dan upaya menjaga lingkungan. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait perubahan iklim yang dirasakan di wilayah setempat.


“Saya sempat bertanya kenapa di Desa Betao Riase jarang hujan padahal kami berada di daerah pegunungan, sementara di Makassar hujannya lebih sering. Setelah dijelaskan, kami jadi mengerti bahwa hujan tidak hanya dipengaruhi oleh ketinggian wilayah, tetapi juga oleh angin, kondisi alam sekitar, dan letak daerah. Makassar yang berada dekat dengan laut lebih banyak mendapat uap air, sehingga pembentukan awan hujan lebih sering terjadi, sedangkan di daerah kami pengaruh angin dan kondisi alam membuat hujan tidak turun sesering di wilayah pesisir,” ujar pak Syamsu Alam


Sebagai penutup, kegiatan Sosialisasi Perubahan Iklim ini berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap isu perubahan iklim serta langkah-langkah penanganannya di tingkat individu maupun komunitas. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat dalam mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah Betao Riase.


Topik Terkait

Baca Juga :